Tangkil.desa.id – Pemerintah Desa Tangkil Melakukan vaksinasi masal kepada masyarakat, setiap warga yang mau di vaksin harus membawa persyaratan KK dan KTP serta sehat jasmani dan rohani, terselenggara juga proses vaksin untuk kedua bagi setiap warga yang telah mengikuti vaksin tahap pertama beberapa minggu yang lalu, acara tersebut berlangsung di Aula Desa dan menerapkan Protokol Kesehatan, turut pula di hadiri oleh Kepala Desa, Puskesos Kecamatan, Babinsa, Bhabinkantibmas, Perangkat Desa, Guru Sekola (MDTA, TK/PAUD, MI/SD, SMP, SMA), Kader PKK, serta Masyarakat. Selasa – 06/07/2021.

Menurut Ijang Sehabudin S.AP (Kepala Desa) “Alhamdulillah antusias warga kami yang ingin mengikuti vaksin sangat baik, tentu bisa di lihat dari kondisi sekarang yang berdatangan untuk mengikuti vaksin, tentu ini menjadi motivasi buat kami untuk bisa terus menyediakan proses vaksin untuk masyarakat, kita semua harus yakin bahwa vaksin ini merupakan anti body dan penguat imun untuk melawan virus Covid 19, kita juga harus sadar bahwa ada kasus Covid di Desa kita dan menelan korban, mari sama-sama kita sadar agar covid ini tidak menyebar dan mari kita lawan dengan melakukan vaksinasi dan menerapkan protokol kesehatan agar corona ini bisa terputus penyerbarannya” tututnya.

Menurut Perwakila Masyarakat “Alhamdulillah kami bisa mengikuti vaksin secara serentak di Desa, tentu ini akan sangat baik untuk kami sebagai penambah imun dan anti body, kami juga akan terus mengikuti arahan pemerintah dan menerapkan protokol kesehatan dalm kehidupan sehari-hari agar mata rantai Covid 19 ini bisa terputus” tuturnya.

Manfaat vaksin Covid-19 penting untuk dipahami betul-betul untuk melawan keraguan. Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia masih berlangsung hingga saat ini. Setelah kelompok lanjut usia (lansia), kini vaksinasi Covid-19 menyasar orang dewasa usia 18 ke atas, Keberlanjutan program vaksinasi ini menjadi kabar baik di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir, Sudahkan Anda menerima vaksin Covid-19? Atau masih mengantre? Atau Anda malah belum mendaftar atau mengupayakan perolehan vaksin karena masih ragu?

Bagikan Berita